An Education Blog

word direction logo

Evaluasi gizi nilai-nilai papua Buntut rubah millet (Setaria italica sp) dan efek substitutive untuk kuning jagung pada pertunjukan pedaging- (Indonesian)

Siska Tirajoh, Achmanu, Osfar Sjofjan, Eko Widodo

Post Graduate Student, Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya , Malang, East Java, Indonesia

Animal Production Department, Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya , Malang, East Java, Indonesia

Animal Nutrition Department, Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya , Malang, East Java, Indonesia

The Assessment Institute of Agricultural Technology (AIAT), Jayapura, Papua, Indonesia

Key words: Papua Foxtail millet, Nutritive values, Substitution, Broiler Performances

Abstrak
Korralu (Foxtail Millets)Kuning jagung adalah masih mahal dan satu dari impor bahan pakan yang digunakan oleh pakan manufaktur di Indonesia. Penelitian tentang penggunaan inconventional feed untuk ayam pedaging saat ini dijabarkan dalam minat pada Papua Buntut rubah millet (Setaria italica sp) berbagai kuning. Tujuannya adalah untuk menganalisis terdekat, serat, kalsium, fosfor, β-karoten, tanin, phytic asam dan asam amino isinya, dan memeriksa kemungkinan sebagian substitusi kuning jagung dengan Buntut rubah Papua millet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Papua Buntut rubah millet terkandung protein lebih tinggi daripada kuning jagung (12.07 vs 8.7%) dan tinggi diperkirakan metabolizable energi 2941 kcal/kg. itu juga kaya metionin dan lisin dengan jumlah asam amino esensial lainnya yang masuk akal. Percobaan biologis dirancang untuk mengevaluasi efek substitutive Papua Buntut rubah millet untuk kuning jagung. Dua ratus dan lima puluh hari tua anak ayam dari Lohmann ayam pedaging yang digunakan. Mereka diberikan untuk 5 Diet perawatan, yaitu P0 = basal feed (tanpa Papua Buntut rubah millet), P1 = basal pakan yang 2,5% dari kuning jagung digantikan oleh Papua Buntut rubah millet, P2 = basal feed di mana 5.0% dari kuning jagung digantikan oleh Papua Buntut rubah millet, P3 = basal feed di mana 7,5% dari kuning jagung digantikan oleh Papua Buntut rubah millet, P4 = basal feed di mana 10,0% jagung kuning digantikan oleh Papua Buntut rubah millet. Pakan dan air disediakan ad libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain mengandung tinggi phytic asam Papua Buntut rubah millet menunjukkan potensi digunakan untuk bahan pakan unggas dan pemanfaatan 10% Papua Buntut rubah Millet sebagai pengganti jagung yang menunjukkan tidak ada efek yang merugikan pada pertunjukan pedaging, bahkan meningkatkan persentase carcass.
Get the original articles in English: http://www.innspub.net/volume-4-number-4-april-2014-2/

Leave a Reply

Share this

Journals

Email Subscribers

Name
Email *