An Education Blog

word direction logo

Evaluasi hasil dan komponen hasil kacang tanah genotipe tekanan penyakit bercak daun Cercospora- (Indonesian)

David Sewordor Gaikpa, Richard Akromah, James Yaw Asibuo, Zippora Appiah- Kubi, Daniel Nyadanu

Crop and Soil Sciences Department, Kwame Nkrumah University of Science and Technology, Kumasi, Ghana

Council for Scientific and Industrial Research-Crop Research Institute, Fumesua-Kumasi, Ghana

Key words: Cercospora, Evaluation, Groundnuts, Resistance, Yield.

Abstrak
7167790-Background-Of-Groundnuts-Stock-PhotoPengurangan hasil kacang tanah genotipe telah dikaitkan dengan banyak faktor, termasuk penyakit bercak daun Cercospora. Mengetahui kacang tanah varietas yang toleran terhadap penyakit ini dan pada saat yang sama memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi akan membantu petani dan peternak untuk membuat pilihan yang tepat dari berbagai untuk budidaya atau perbaikan lebih lanjut. Oleh karena itu, studi ini dilaksanakan selama bulan September-Desember, 2013 musim tanam untuk mengevaluasi hasil dan menghasilkan komponen 20 kacang tanah varietas di lapangan ditunjuk sebagai ‘hot spot’ untuk penyakit bercak daun Cercospora di Dewan untuk ilmiah dan industri penelitian-tanaman Research Institute (CSIRCRI), Fumesua-Kumasi, Ghana. Perbedaan yang signifikan (p < 0,05) yang diamati pada semua sifatsifat belajar yakni, hari ke 50% berbunga, jumlah matang polong per tanaman, pod berat per tanaman (g), 100 biji berat (g), hasil pod (kg/ha), keparahan penyakit kejadian, defoliation dan penyakit. Hasil berarti pod adalah 1312kg/ha untuk genotipe 20. 11 atas tinggi menghasilkan kultivar (Oboshie, GK7, Obolo, Otuhia, Nkatekokoo, Bremawuo, Jenkaar, Adepa, Nkatiesari, Summnut22 dan Manipinta) adalah semua agak tahan penyakit. Varietas ini harus lebih disukai untuk produksi komersial di wilayah di mana ada penyakit bercak daun Cercospora.

Leave a Reply

Share this

Journals

Email Subscribers

Name
Email *