An Education Blog

word direction logo

Irigasi interval dan pupuk sumber-sumber gizi mempengaruhi pertumbuhan dan hasil biomassa ‘PITA 24’ pisang (Musa spp. AAB)- (Indonesian)

Simon Chinekenwa Aba, Kayode Paul Baiyeri

Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, University of Nigeria, Nsukka, Enugu State, Nigeria

Visiting scientist to the International Institute of Tropical Agriculture, P.M.B 5320, Ibadan, Oyo State, Nigeria

Key words: Plantain, Fertilizer use, Water stress, Biomass yield.

Abstrak
40d865036392221b60c41017e21a43b2_LDalam skenario perubahan iklim global saat ini, ada prediksi kekurangan kekeringan dan air. Studi ini mengevaluasi berbagai pupuk perawatan (organik-t.ha-1 20 dari kompos unggas pupuk anorganik-400 kg N + 600 kg K2O + 100 kg P2O5 per hektar, dan dosis pelengkap daripadanya, dan kontrol no-pupuk) bersama tiga irigasi interval (setiap 3 hari, 6 hari atau 9 hari) pada pertumbuhan dan biomassa hasil micropropagated ‘PITA 24’ pisang. Hasil penelitian menunjukkan signifikan (p ≤ 0,05) perbedaan dalam pertumbuhan dan kering masalah hasil (rujukan), dan pola distribusi mengikuti perawatan irigasi dan pupuk. Tanaman pertunjukan (tinggi, ketebalan, hasil biomassa, dan daun kanopi indeks) yang superior dan kadang-kadang serupa dalam tanaman yang mendapat pupuk organik atau gabungan dosis pupuk organik/anorganik. Demikian pula, tanaman yang mendapat air setiap 3 hari memiliki pertumbuhan yang terbaik dan rujukan, diikuti oleh orang-orang dari interval 6 hari. Pertumbuhan lag dan daun kerugian yang jelas dalam tanaman disiram setiap 6 atau 9 hari interval. Terburuk terkena tekanan transien kelembaban adalah kontrol tanaman dan tanaman tersebut tumbuh dengan pupuk mineral sendirian. Rujukan ini secara signifikan tinggi tanaman yang mendapat pupuk organik sendirian, diikuti oleh tanaman yang telah dosis pupuk pelengkap. Tanaman ini diberikan sebagian besar dari rujukan komponen udara, sedangkan tanaman kontrol akumulasi lebih bawah tanah komponen. Hasil dari studi menunjukkan bahwa sementara kelembaban stres dalam pisang dapat dikelola dengan bijaksana penggunaan pupuk kandang atau melengkapi aplikasi dengan pupuk mineral.

Leave a Reply

Share this

Journals

Email Subscribers

Name
Email *