An Education Blog

word direction logo

Posisi efek tergantung bibit sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pengecambahan bakat- (Indonesian)

Tabi-Mbi Kingsley, Ntsomboh-Ntsefong Godswill, Ngando-Ebongue George Frank, Anjambang Walters Nchu, Youmbi Emmanuel

Department of Plant Biology, University of Yaounde I, Cameroon

Specialised Centre for Oil Palm Research (CEREPAH) IRAD La Dibamba, Douala, Cameroon

Tissue Culture Laboratory, African Centre for Research on Banana and Plantain, Njombe (CARBAP), Cameroon

Key words: Oil palm, seed position effect, seed heteromorphism, heteroblasty, germination.

Abstrak
score_prioritysectors_palmoil-banner-678x398Pengecambahan benih kelapa sawit tidak menentu, berfluktuasi antara varietas dan dalam benih tandan buah segar sama (TBS). Penyebab tingkat rendah perbenihan dan dalam TBS pengecambahan variasi ini tidak cukup jelas. Studi ini dilaksanakan untuk memverifikasi jika posisi benih spikelet pengaruh pengecambahan kapasitas (GP) di theoil palm. Penelitian dilakukan pada FFBs penyerbukan terbuka dan dikontrol dengan kriteria untuk TBS panen menjadi 2-5 terlepas buah-buahan segar (FF). FF merupakan striping dari spikelets dikumpulkan secara acak dari dasar, menengah dan puncak dari semua FFBs sampel. 60 dalam buah-buahan berwarna merah biasanya terpasang di puncak spikelet dan 60 buah berwarna oranye yang biasa ditemukan di dasar spikelet secara acak dipilih untuk mengevaluasi beberapa parameter biometrik yang setelah benih yang mengalami perlakuan panas kering tradisional untuk menilai GP. Hasilnya menunjukkan signifikans dalam jumlah, heteromorphism dan heteroblasty antara puncak dan biji-bijian basal. Kekuatan/TBS numerik basal benih adalah lumayan lebih besar daripada benih apex, dengan rata-rata 57.9% basal dan 42.1% untuk puncak. Namun, apex biji disajikan kapasitas perkecambahan yang lebih tinggi (46%) daripada basal benih (28%) dalam membuka diserbuki TBS sementara di dikontrol diserbuki TBS berarti GP 64% dan 48.4% yang mencetak untuk bibit apikal dan basal masing-masing. Fakta bahwa benih basal, lebih besar kekuatan numerik yang disajikan GP rendah dibandingkan dengan biji apikal bisa menjelaskan umum rendah perbenihan tingkat/TBS dilaporkan dalam minyak kelapa.

Leave a Reply

Share this

Journals

Email Subscribers

Name
Email *